Pada tanggal 1 Mei 2005, seorang pengusaha Indonesia mengadakan kontrak/perjanjian dengan Bank Mandiri, dengan isi perjanjian:
“Pada tanggal 1 Agustus 2005 (tiga bulan kemudian), pengusaha tersebut akan menukarkan uang sejumlah Rp 1 milyar menjadi dollar USA di Bank Mandiri, dengan kurs yang disetujui sebesar $1= Rp 8500.
Maka pada tanggal 1 Agustus 2005, pengusaha tersebut akan
mendapatkan uang dalam mata uang dollar sebesar = Rp 1 milyar / Rp
8500 = $117.674,0588
Catatan: kurs $1 = Rp 8500 merupakan forward rate yaitu kurs pada tanggal 1 Mei, bukan merupakan kurs yang terjadi pada tanggal 1Agustus 2005. Kurs sebenarnya yang terjadi di pasar valas pada tanggal 1 Agustus 2005 (spot rate) besarnya bisa sama dengan, lebih besar
atau lebih kecil dari forward rate.
Jumat, 22 Maret 2013
DRAGON FLY DOJI
Dragon Fly Doji : menunjukkan kemungkinan bahwa harga akan bergerak naik di hari berikutnya.
Terjadi jika harga pembukaan sama dengan harga penutupan , dan keduanya tidak berbeda jauh dari harga tinggi.
Terjadi jika harga pembukaan sama dengan harga penutupan , dan keduanya tidak berbeda jauh dari harga tinggi.
Kamis, 21 Maret 2013
Garis arah gejala (trend line)
Bila sebagai pedoman perkembangan gerak harga, bisa dimanfaatkan posisi komponen penutupannya di garis periode untuk grafik batang, maka pengambilan keputusan jual- beli bisa juga dibantu dengan mengenali pola dasar yang sedang terbentuk. Kemudian petunjuk lain adalah arah gejala yang dinyatakan melalui garis lurus (trend line) yang ditarik dari kanan ke kiri mulai dari suatu puncak atau lembah yang menghubungi suatu puncak atau lembah lain lagi. Pada pasar yang melemah (bearish market) penghubungan puncak dengan puncak akan membentuk garis arah gejala menurun (down trendline) yang disebut juga garis penghambat (resistance line) karena penawaran nampak membatasi permintaan agar harga tidak naik sampai dorongan permintaan mengalahkan penawaran. Sebaliknya pada pasar yang menguat (bullish market) penghubungan lembah dengan lembah harus dilaksanakan sehingga kita berbicara mengenai garis arah gejala naik (up trendline) atau garis pendukung (support line). Semakin kecil sudut garis, dan semakin banyak puncak atau lembah saling berhubungan, maka semakin mudah pula bisa terjadi perubahan dari garis penghambat menjadi garis pendukung atau sebaliknya.
Garis arah gejala turun (down trendline) yang ditarik dari puncak A ke B terus sampai memotong grafik harga kita mendapatkan pentunjuk membeli pada harga penutupan maka tindakan beli tentu diambil pada hari berikutnya, namun dengan adanya perkembangan teknologi dalam bentuk komputer yang bisa menghitung dengan cepat, ada cara yang lebih canggih untuk mendapatkan sinyal jual-beli.
Pengembangan selanjutnya terhadap garis arah gejala yang berbentuk lurus, adalah rata- rata arah gejala yang berbentuk lengkung atau gelombang karena titik-titik harga rata-rata disambung satu sama lain.
Harga rata-rata selama misalnya 10 hari dapat ditetapkan berupa suatu titik pada hari ke-
11 dan seterusnya, jadi bila titik-titik demikian disambung satu sama lain, akan terbentuk
garis lengkung yang disebut rata-rata bergerak (moving average) yang dalam hal ini dinamakan rata-rata begerak 10 hari (10 days moving average, dengan lambang MA-
10). Rata-rata bisa dihitung secara aritmetik sebagai perhitungan paling sederhana (simple moving average) atau secara berbobot (weighted moving average) atau eksponensial (exponential moving average) yang lebih rumit dan pemakaiannya bergantung selera pemakainya.
Bila pedoman garis gejala turun (down trendline) yang juga bisa disebut garis penghambat dalam gambar di atas, memberikan indikasi membeli pada harga penutupan maka petunjuk rata-rata gejala sederhana (simple moving average) 10 hari, sehingga jelaslah bahwa analisis dengan rata-rata gejala adalah lebih akurat daripada hanya dengan garis gejala.
Analisis yang lebih cermat lagi bisa dilakukan dengan indikator yang lebih canggih seperti gabungan rata-rata arah gejala, kemudian dengan osilator momentum untuk gerak harga yang arahnya adalah ke samping, dan banyak metode lain yang berada di luar jangkauan materi untuk tingkat pemula.
Indikator yang tersedia mencakup 92 buah yang dapat dibagi dalam enam buah golongan, yaitu arah gejala, volatilitas, momentum, siklus, kekuatan pasar (market strength) dan indikator pendukung & penghambat (support & resistance).
Golongan gerak balik (reversals)
Pada pola puncak atau lembah bulat (saucer/round top or bottom) perubahan dalam permintaan dan penawaran berjalan dengan lambat, dengan demikian juga volume yang terjadi adalah minim sehingga semuanya menunjuk kepada pasar yang sedang tidak begitu berminat. Adalah sulit untuk menetapkan suatu sasaran harga (price objective) sehingga satu-satunya jalan adalah untuk mengamati kapan terjadi perubahan yang berarti untuk memberikan aba-aba tentang minat pasar yang telah menjadi lebih besar dan memberikan harapan lebih baik.
University of Michigan Consumer Sentiment Index
Adalah hasil survey tentang kepercayaan konsumen yang diselenggarakan oleh University of Michigan. Merupakan indikator kepercayaan konsumen Amerika yang paling banyak diperhatikan.
Kepercayaan konsumen adalah indikator penting bagi siklus bisnis karena menyajikan informasi penting tentang penilaian konsumen terhadap kondisi saat ini dan harapan pada masa mendatang.
Data survey diambil dengan cara mengirimkan kuesioner ke sekitar 5.000 rumah tangga di seluruh negeri sebagai sampel yang mewakili, di mana kurang lebih 3.500 diantaranya merespon. Kuesioner tersebut berisi 5 pertanyaan yaitu (1) rating kondisi usaha di lingkungan rumah tangga tersebut, (2) rating kondisi usaha dalam enam bulan, (3) ketersediaan lapangan kerja di lingkungan rumah tangga tersebut, (4) ketersediaan lapangan kerja dalam enam bulan, dan (5) penghasilan keluarga dalam enam bulan.
Consumer Confidence ini berhubungan erat dengan tingkat pengangguran, inflasi, dan penghasilan riil. Umumnya, kepercayaan konsumen akan tinggi jika tingkat pengangguran rendah dan tingkat pertumbuhan GDP tinggi.
Pasar-pasar finansial menerjemahkan naiknya angka indeks ini sebagai indikasi akan naiknya pula tingkat pengeluaran konsumen. Tingginya tingkat konsumsi pada gilirannya nanti akan dapat memicu naiknya tingkat inflasi.
Productivity
Mengukur perubahan dalam jumlah barang dan jasa yang diproduksi per unit. Menggabungkan input buruh dan modal. Harga unit dari komponen buruh adalah indikator yang berguna untuk mengukur tekanan terhadap upah. Produktivitas menjadi semakin penting artinya dalam beberapa tahun terakhir sejak Federal Reserve mulai memberi perhatian pada perkembangan trend dan tingkat inflasi.
M4 - Money Supply
Adalah data yang menghitung jumlah uang yang beredar dalam suatu perekonomian. Merupakan jumlah dari:
Jumlah uang yang beredar dalam bentuk koin maupun kertas;
Jumlah pinjaman dari bank, kepada perseorangan, perusahaan dan bank-bank lain;
Jumlah uang yang dipinjam oleh pemerintah.
Para pakar moneter meyakini bahwa Money Supply ini adalah indikator yang bagus untuk memprediksi tingkat inflasi. Namun, korelasinya menjadi tidak dapat diandalkan sejak liberalisasi finansial pada tahun 80‘an.
Jumlah uang yang beredar dalam bentuk koin maupun kertas;
Jumlah pinjaman dari bank, kepada perseorangan, perusahaan dan bank-bank lain;
Jumlah uang yang dipinjam oleh pemerintah.
Para pakar moneter meyakini bahwa Money Supply ini adalah indikator yang bagus untuk memprediksi tingkat inflasi. Namun, korelasinya menjadi tidak dapat diandalkan sejak liberalisasi finansial pada tahun 80‘an.
Langganan:
Postingan (Atom)